Bulan Sabit Merah nan menawan
Baju tak mengapa kita tanggalkan namun semangat melayani dan berbagi dengan gigih tanpa pamrih dan tak pandang golongan serta tak memunculkan perbedaan
Dapat dijadikan cirri pengenalan orang,
Hingga merasuklah kedalam alam pikiran
Hingga seru mereka akhirnya : O, benarlah rupanya, bulan sabit merah memang layak dicintai! Itulah dulu yang harus masyarakat kenali sebagai ciri dari si
Bulan Sabit Merah ini!
Maka berilah waktu dan peluang untuk ummat dan masyarakat memproses cintanya
Mengenal prinsip-prinsip sederhana Bulan Sabit Merah yang tidak ingin mengalahkan siapa-siapa tidak bersebrangan dengan apapun saja golongannya
Tidak melakukan rekayasa pemihakan pada apapun saja kecuali pemihakan pada turunnya kerahmatan bagi semesta raya
Melalui Bulan Sabit Merah, yang akan terus berjalan dengan sederhana dan rela menolong dan menurus sesma
Para pemimpin dari berbagai golongan yang sering mengatasnamakan kebenaran tapi hasil perbuatannya menyengsarakan orang
Orang-orang yang harus diurus oleh Bulan Sabit Merah yang penyayang
Mengamit semua potensi kebajikan masyarakat meyakinkan semua pihak untuk melihat bahwa Bulan Sabit Merah bukan milik sebagian umat!
Bulan Sabit Merah adalah Rahmat! Rahmat! Rahmat!
Bulan Sabit Merah adalah milik semua masyarakat!
Bukankah begitu Rasul kita yang indah akhlaknya meneladankan?
Agar Islam menjadi Rahmat Bagi seluruh alam,
Senyuman orang-orang beriman yang meneduhkan dan menyembuhkan
Bukan hanya badan… tapi jiwa!
Yang diobati oleh hati-hati yang peduli dan senang berbagi
Maka dengan cinta yang diberikan tanpa syarat kepada seluruh umat,
Bulan Sabit Merah nan menawan ini… pasti mampu menjadi rahmat!
Ya, pada suatu hari nanti…
Bulan Sabit Merah nan menawan harus jadi Rahmat bagi sekalian alam
Beserta semua yang mau berjuang dan memperjuangkanya…
(Neno Warisman, Duta Kemanusiaan BSMI)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar