Sebuah SMS dari salah satu rekan dokter dari BSMI, yang menyatakan BSMI akan dieliminasi dari Bumi Indonesia ini. Karena dimemonopoli oleh hanya satu"Lambang Palang Merah" BSMI harus menjadi korban RUU tentang "Lambang Palang Merah" yang akan disahkan. "Mengapa utk menyelesaikan permaslahan kemanusiaan di negeri ini harus dg monopoli??" Mohon disebarkan" (dr Basuki Supartono-ketua BSMI Pusat).
Saya bergindik saat membaca SMS tersebut. Masya Allah, memonopoli sebuah gerakan sosial kemanusiaan. BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) yang notabenenya sudah diakui oleh dunia international harus angkat kaki. Padahal jika ditilik lebih lanjut, gerakan BSMI lebih cepat ketimbang PMI (Palang Merah Indonesia). Sifat koordinasi yang sistematis membuat BSMI lebih unggul dalam bergerak. Terbukti disetiap daerah bencana, kader-kader BSMI dengan cepat menuju plosok-plosok desa yang terpencil. Saya sendiri ketika di Aceh, Jogja, Trenggalek, Jember saat menjadi relawan bencana, selalu yang saya temui dari tim medis dilokasi adalah para kader BSMI. Mereka cekatan dan tanpa ikhlas dalam memberikan pelayanan. Ini terbukti! Fakta, di Jogja BSMI dapat membangun ratusan rumah tahan gempa untuk korban gempa bumi. Di beberapa tempat bahkan ada dua posko BSMI dan PMI yang satu sama lainnya berjarak 2 kilometer. Para korban lebih menyukai berobat di tim medis BSMI, karena pelayanannya yang begitu ramah dan sangat terlihat familiar dengan orang-orang yang datang. Beberapa korban bencana menyatakan lebih senang berobat di BSMI, karena tidak berbelit-belit.
Sayang sekali jika BSMI harus dibubarkan hanya karena monopoli "Lambang Palang Merah" di Indonesia. Di luar negeri, jelas-jelas lembaga Bulan Sabit Merah sangat berperan besar dalam berbagai situasi, termasuk peperangan dan bencana alam (Lihat disini). Tanpa pamrih dan ikhlas adalah tujuan para relawan BSMI. Ini karena saya telah lama bersama-sama teman-teman tim medis BSMI, sehingga saya sangat tahu bagaimana kiprah mereka dalam berbagai kegiatannya. Seperti halnya di Lumpur Lapindo, hingga sampai saat ini tim BSMI masih tetap memantau para korban lumpur, walaupun sekarang posko-posko sudah dibubarkan oleh Pemkab Sidoarjo. Inilah bukti nyata para generasi Bulan Sabit yang jelas mempunyai payung hukum di dunia international. Akankah korban-korban bencana harus antri ratusan orang, hanya untuk berobat atas penyakit yang dideritanya. Karena kebijakan memonopoli "Lambang Palang Merah" atas disahkan RUU tersebut. Karena selama yang saya tahu, kegiatan PMI hanya sebatas donor darah saja yang lebih menonjol ketimbang gerak cepat menuju daerah bencana.
Apa mungkin karena ada pihak-pihak tertentu yang merasa tersaingi dengan keberadaan BSMI? Yang dengan cepat bergerak leluasa tanpa harus melewaati birokrasi yang berbelit-belit dari pemerintahan. Padahal jika dilihat, PMI dan BSMI bisa saling beriringan. Saling bekerjasama satu dengan yang lainnya sehingga tercipta sinergis dua organisasi. Bukan dengan cara menyikirkan BSMI! Dan mungkin karena dana yang didapat dari BSMI lebih fleksibel dari donatur dalam dan luar negeri. Ini mungkin salah satu kecemburuan dari beberapa pihak tertentu. Intinya, biarkan ada BSMI tetap ada. Karena dengan begitu PMI juga akan lebih ringan bebannya untuk saling menopang.
MARI KITA DUKUNG BSMI BERSAMA-SAMA
"Mhn dukungan utk existensi BSMI yg akan dieliminasi dr bumi Indonesia dg disahkannya RUU "Lambang Palang Merah" . Kirimkan surat pernyataan dukungan ke no.fax Komisi 3 DPR-RI 0215715566.
"Mengapa utk menyelesaikan permaslahan kemanusiaan di negeri ini harus dg monopoli??" Mohon disebarkan"
(dr Basuki Supartono-ketua BSMI Pusat)"
https://suara01.wordpress.com/2008/11/15/bsmi-akan-dilenyapkan-dari-indonesia-mari-dukung-bsmi/
Care For Life
Selamat datang..Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang peka dengan masalah sosial di lingkungan sekitar.Kejadian demi kejadian bencana telah melanda negeri ini. Masing-masing dari kita tergerak untuk meringankan beban dari saudara-saudara kita yang terimpa musibah.Hanya satu alasan yang mampu menyatukan kita dalam satu organisasi ini, yaitu "Care for Life"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar