Care For Life

Selamat datang..Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang peka dengan masalah sosial di lingkungan sekitar.Kejadian demi kejadian bencana telah melanda negeri ini. Masing-masing dari kita tergerak untuk meringankan beban dari saudara-saudara kita yang terimpa musibah.Hanya satu alasan yang mampu menyatukan kita dalam satu organisasi ini, yaitu "Care for Life"


Tampilkan postingan dengan label Promotif dan Preventif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Promotif dan Preventif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2011

Final Poskes On the Road On March 2011

Ahad 27 Maret 2011, pukul 07.00 mulai terlihat geliat para pejuang Allah membuka pos kesehatan on the road di pasar tumpah Unwim. Awalnya kami tak akan membuka pos untuk minggu ini dikarenakan kehabisan stript glukosa dan kolesterol, tapi untunglah kami segera mendapatkan stoknya lagi. Meskipun pos kami baru dibuka agak siang tapi alhamdulillah pasien tetap banyak seperti minggu-minggu yang lalu.  Relawan yang turun minggu ini berjumlah tiga orang dan kami kedatangan dua orang pengurus BSMI cabang kabupaten Bandung, jadilah pos kami bertambah ramai.
Pelayanan yang diberikan pun sama seperti minggu sebelumnya, tes kadar gula darah, kolesterol, asam urat, pengukuran tekanan darah, dan pemberian penyuluhan. Kegiatan merupakan kegiatan rutin kami yang ditujukan untuk menggalang dana sosial, dimana setelah terkumpul diakhir bulan, kami akan melaksanakan baksos ataupun santunan sosial. Akhirnya pos ditutup sekitar jam 11.30 karena dirasa pengunjung sudah sepi.
Kami adalah bagian kecil dari BSMI, semoga peran kecil kami ini mendapatkan ridho-Nya dan bermanfaat untuk saudara-saudara kami. Walaupun gerakan kami sangat terbatas dikarenakan status kami saat ini adalah mahasiswa yang dibatasi aktivitas akademik, kami yakin bahwa kami adalah pengabdi sejati-Nya dan pelayan terbaik untuk masyarakat.
Relawan- Sayyid Hakam Satrio, Nina Eristiana, Maya Valentina P
Pengurus- Meigirda Aldini Wardani, Tanti

Senin, 28 Maret 2011

Kelanjutan Poskes On the Road

Kegiatan kelanjutan Posko Kesehatan On the Road dilaksanakan pada hari Ahad pagi tanggal 20 Maret di mulai pukul 7.00 di pasar tumpah Unpad, Jatinangor. Persiapan kami lakukan sejak jam 6 pagi. Kegiatan Posko ini diikuti oleh 4 orang relawan yaitu Mbak Silvia, Teh Gesti, Teh Dinda, Mas Saif. Kegiatan kami melayani pemeriksaan tensi darah secara gratis bagi masyarakat sekitar, dan menyediakan pelayanan pemeriksaan kadar glukosa, kadar asam urat, kolesterol, serta memberikan penyuluhan kepada pasien tentang pola hidup sehat berkaitan dengan keluhannya. Masyarakat terlihat senang dan antusias dengan keberadaan kami BSMI, hal ini terlihat dari beberapa orang memberikan komentar bahwa ibu tersebut jarang atau tidak pernah memeriksakan cek kesehatan di puskemas dengan alasan tidak sempat dan kalaupun ada waktu sabtu minggu, puskesmas malah tutup. Keberadaan kami BSMI dirasa membantu sebagai preventif terhadap penyakit, ujar seorang ibu sambil memberikan pisang setengah cengkeh kepada relawan.

Awalnya pukul 07.00 masih terlihat sepi, namun sekitar pukul 08.00 pasien lumayan banyak yang mengunjungi posko kami. Pasien pun antri terlebih dahulu. Pasien menyampaikan keluhannya seperti sering kesemutan, pusing lalu kami pun memberikan edukasi. Alur kegiatan kami, setiap pasien yang datang, pasien mengisi buku kunjungan pada meja pertama. Kemudian pasien di tensi, apabila pasien ingin mengetahui kadar gula, kolesterol, asam urat pasien ke meja 2 atau 3. Namun saat pasien yang datang banyak, kami agak kebingungan karena harus menyampaikan hasil pemeriksaan kepada meja registrasi juga. Kegiatan kami berakhir pukul 10.30 dengan jumlah pasien 33 orang. Alhamdulillah kami senang melakukan itu semua.

#Relawan
(silvia)

Selasa, 15 Maret 2011

Posko Pelayanan Kesehatan


hari Ahad pagi, 13 Maret 2011, 6 relawan berkumpul di pasar UNPAD, Jatinangor, Sumedang, tepatnya di dekat gerbang Klinik Padjadjaran. Awalnya hanya 2 orang saja yang sudah standby sejak pagi jam 06.00, berikutnya beberapa relawan menyusul.  Kami baru mulai kegiatan sekitar jam 06.00 untuk persiapan, pembukaan dan baru sekitar jam 06.30 kita mulai sibuk melayani pasien.
Penanggung jawab pos kesehatan kali ini adalah relawan Azhar, dibantu oleh relawan lainnya yaitu Sarah, Nita, Saif, Teh Dini, Teh Tanti. Kami kira pasien kami akan sedikit, karena di awal begitu sedikitnya orang yang tertarik mengunjungi ‘lapak’ kami. Tapi, ternyata beberapa menit kemudian kami agak kewalahan menangani pasien yang menumpuk. Akhirnya, di awal ada beberapa pasien yang ‘lost’ tidak sempat teregistrasi. Di awal pun alat tensinya belum datang, jadi beberap pasien yang ingin ditensi terpaksa harus menunggu beberapa menit. Yah,walaupun dengan sumberdaya yang terbatas, alhamdulillah masih bisa ‘melayani pasien’ dengan baik. Malah ada pasien yang datang hanya untuk konsultasi ‘pusing-pusingnya’ dan menanyakan obat yang tepat. Menurut kami, pos kesehatan itu memang harus begitu, edukasi pasien tentang hal-hal yang berkaitan dengan keluhannya  (terutama tentang gula darah, hipertensi, kolesterol, dan asam uratnya). Jangan sampai kita, relawan, hanya bertindak seperti ‘laboran’ yang membacakan hasil pengukurannya. Dan menurut saya, BSMI sudah melakukannya dengan baik, dengan mempersiapkan dan memberikan pamflet-pamflet edukasi segera setelah dilakukakan pemeriksaan 
Hmm. Yah, kegiatan kami berakhir sekitar pukul 11.30. Sebenarnya kami  sudah’ beberes’ sejak pukul 10.30, tapi ternyata masih ada pasien yang mau, ya akhirnya kami membuka lagi boksnya dan melakukan prosedur pemeriksaannya. Alhamdulillah alhamdulillah, kami sangat puas. Bukan hanya puas karena dapat pendapatan yang  lumayan, tapi puas karena bisa bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan pasien. Ketagihan ingin ikut pos kesehatan lagi! 
#Relawan Teh Sarah

Jumat, 11 Maret 2011

Pencerdasan tentang Hipertensi


Bandung, 8 maret 2011
Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Kabupaten Bandung telah melakukan kegiatan penyuluhan gratis di salah satu tempat di kabupaten Bandung, tepatnya di desa Cinunuk kecamatan Cileunyi pada hari Selasa, tanggal 8 Maret 2011. Penyuluhan diberikan kepada ibu-ibu pengajian di tempat tsb. Acara ini diikuti oleh 51 orang. Dengan dipimpin oleh dr. Guntur , sebanyak 4 orang relawan diterjunkan.
Penyuluhan yang diberikan adalah mengenai tekanan darah tinggi. Sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan tensi darah. Ibu-ibu tampak sangat antusias menyambut kegiatan ini, tak ada yang satupun yang ingin terlewat untuk diukur tekanan darahnya. Usai itu kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Begitu semangatnya sehingga waktu yang ditetapkan, yaitu mulai dari pukul 16.00-17.00 terpaksa harus ditambah lagi setengah jam. Pukul 17.30 acara baru ditutup.
Penyuluhan dititikberatkan pada apa saja pencegahan yang dapat dilakukan  agar terhindar dari penyakit darah tinggi serta bagaimana cara pengaturan gaya hidup jika menyandang penyakit tersebut. Rencananya, kegiatan penyuluhan pada ibu-ibu pengajian akan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali dalam setahun.

#By: Relawan Mbak Maya

Pos Kesehatan yang Pertama = Pos Antusiasme


Alhamdulillah. Kalimat itu diucapkan dengan nada sumringah dan wajah penuh seringai lebar oleh sekelompok pemuda pemudi yang mengenakan rompi putih-putih dengan lambang bulan sabit merah besar di punggung. Seringai yang entah disebabkan karena bahagia atau karena matahari yang sedang bersinar cukup terik di siang hari Ahad, 6 maret 2011 yang lalu.
Hari itu, sejak pukul 7 pagi, relawan dari BSMI kabupaten Bandung mengadakan pos kesehatan di pasar UNPAD. Di situ, pengunjung pasar yang diadakan setiap hari Minggu pagi tersebut bisa mendapatkan berbagai macam pelayanan. Seperti pengukuran tekanan darah dan berat badan gratis, tes kadar glukosa darah, tes asam urat, dan tes kolesterol yang bisa dilakukan dengan harga yang sangat murah.
Kekhawatiran para relawan akan antusiasme masyarakat yang minim mengingat ini adalah pos kesehatan yang pertama kali diadakan dari serangkaian pos-pos kesehatan yang lain ternyata tidak terbukti. Sejak pos mulai dibuka, bahkan ketika tikar belum tergelar, pasien silih berganti berdatangan. Mulai dari mahasiswa, gadis-gadis remaja yang berebutan ingin mengukur berat badannya, sampai nenek-nenek yang baru saja selesai mengikuti senam pagi di klinik Jatinangor. Tak hanya dari kedatangan masyarakat, antusiasme itu juga terukur dari seberapa banyak masyarakat yang berjalan melewati pos kami dengan wajah atau mata yang bukannya menghadap ke depan tetapi malah ke samping. Ada yang terang-terangan, ada yang malu-malu macam gadis dalam pingitan. Ya kemana lagi kalau bukan ke pos kesehatan bulan sabit merah Indonesia kabupaten Bandung. Bahkan antusiasme masyarakat tidak hanya ditujukan pada layanan kesehatan yang para relawan berikan di tempat itu, tetapi juga pada Bulan Sabit Merah sebagai organisasi berikut program-program kerjanya.
Hanya dengan seizin Allah segala kemudahan yang para relawan dapatkan selama proses pos kesehatan hari Ahad yang lalu bisa terjadi. Mulai dari kemudahan mengurus perijinan untuk membuka stand di pasar UNPAD, mendapatkan pasien, sampai ke hal-hal kecil seperti mendapatkan toa yang digunakan oleh para relawan untuk berorasi “mempromosikan” pos kesehatannya. Sama sekali tidak kami sangka bahwa bapak penanggungjawab Pasar Unpadnya sendiri lah yang berinisiatif membawakan kami toa,. Bahkan beliau sempat membantu berorasi mempromosikan pos kami sebelum akhirnya salah seorang relawan menawarkan diri untuk menggantikan beliau berteriak-teriak dengan toa di pinggir jalan.
Uang yang terkumpul dari pos kesehatan yang insya Allah akan diadakan setiap hari Ahad pagi ini nantinya akan dikelola oleh Bulan Sabit Merah Kabupaten Bandung untuk bantuan bencana alam maupun bakti sosial.
Alhamdulillah, semoga pos-pos kesehatan selanjutnya berlangsung lebih sukses daripada pos kesehatan yang pertama ini.
Relawan- tzQ -