Kegiatan kelanjutan Posko Kesehatan On the Road dilaksanakan pada hari Ahad pagi tanggal 20 Maret di mulai pukul 7.00 di pasar tumpah Unpad, Jatinangor. Persiapan kami lakukan sejak jam 6 pagi. Kegiatan Posko ini diikuti oleh 4 orang relawan yaitu Mbak Silvia, Teh Gesti, Teh Dinda, Mas Saif. Kegiatan kami melayani pemeriksaan tensi darah secara gratis bagi masyarakat sekitar, dan menyediakan pelayanan pemeriksaan kadar glukosa, kadar asam urat, kolesterol, serta memberikan penyuluhan kepada pasien tentang pola hidup sehat berkaitan dengan keluhannya. Masyarakat terlihat senang dan antusias dengan keberadaan kami BSMI, hal ini terlihat dari beberapa orang memberikan komentar bahwa ibu tersebut jarang atau tidak pernah memeriksakan cek kesehatan di puskemas dengan alasan tidak sempat dan kalaupun ada waktu sabtu minggu, puskesmas malah tutup. Keberadaan kami BSMI dirasa membantu sebagai preventif terhadap penyakit, ujar seorang ibu sambil memberikan pisang setengah cengkeh kepada relawan.
Awalnya pukul 07.00 masih terlihat sepi, namun sekitar pukul 08.00 pasien lumayan banyak yang mengunjungi posko kami. Pasien pun antri terlebih dahulu. Pasien menyampaikan keluhannya seperti sering kesemutan, pusing lalu kami pun memberikan edukasi. Alur kegiatan kami, setiap pasien yang datang, pasien mengisi buku kunjungan pada meja pertama. Kemudian pasien di tensi, apabila pasien ingin mengetahui kadar gula, kolesterol, asam urat pasien ke meja 2 atau 3. Namun saat pasien yang datang banyak, kami agak kebingungan karena harus menyampaikan hasil pemeriksaan kepada meja registrasi juga. Kegiatan kami berakhir pukul 10.30 dengan jumlah pasien 33 orang. Alhamdulillah kami senang melakukan itu semua.
#Relawan
(silvia)
Care For Life
Selamat datang..Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang peka dengan masalah sosial di lingkungan sekitar.Kejadian demi kejadian bencana telah melanda negeri ini. Masing-masing dari kita tergerak untuk meringankan beban dari saudara-saudara kita yang terimpa musibah.Hanya satu alasan yang mampu menyatukan kita dalam satu organisasi ini, yaitu "Care for Life"
Senin, 28 Maret 2011
Kelanjutan Poskes On the Road
Selasa, 15 Maret 2011
Posko Pelayanan Kesehatan
hari Ahad pagi, 13 Maret 2011, 6 relawan berkumpul di pasar UNPAD, Jatinangor, Sumedang, tepatnya di dekat gerbang Klinik Padjadjaran. Awalnya hanya 2 orang saja yang sudah standby sejak pagi jam 06.00, berikutnya beberapa relawan menyusul. Kami baru mulai kegiatan sekitar jam 06.00 untuk persiapan, pembukaan dan baru sekitar jam 06.30 kita mulai sibuk melayani pasien.
Penanggung jawab pos kesehatan kali ini adalah relawan Azhar, dibantu oleh relawan lainnya yaitu Sarah, Nita, Saif, Teh Dini, Teh Tanti. Kami kira pasien kami akan sedikit, karena di awal begitu sedikitnya orang yang tertarik mengunjungi ‘lapak’ kami. Tapi, ternyata beberapa menit kemudian kami agak kewalahan menangani pasien yang menumpuk. Akhirnya, di awal ada beberapa pasien yang ‘lost’ tidak sempat teregistrasi. Di awal pun alat tensinya belum datang, jadi beberap pasien yang ingin ditensi terpaksa harus menunggu beberapa menit. Yah,walaupun dengan sumberdaya yang terbatas, alhamdulillah masih bisa ‘melayani pasien’ dengan baik. Malah ada pasien yang datang hanya untuk konsultasi ‘pusing-pusingnya’ dan menanyakan obat yang tepat. Menurut kami, pos kesehatan itu memang harus begitu, edukasi pasien tentang hal-hal yang berkaitan dengan keluhannya (terutama tentang gula darah, hipertensi, kolesterol, dan asam uratnya). Jangan sampai kita, relawan, hanya bertindak seperti ‘laboran’ yang membacakan hasil pengukurannya. Dan menurut saya, BSMI sudah melakukannya dengan baik, dengan mempersiapkan dan memberikan pamflet-pamflet edukasi segera setelah dilakukakan pemeriksaan
Hmm. Yah, kegiatan kami berakhir sekitar pukul 11.30. Sebenarnya kami sudah’ beberes’ sejak pukul 10.30, tapi ternyata masih ada pasien yang mau, ya akhirnya kami membuka lagi boksnya dan melakukan prosedur pemeriksaannya. Alhamdulillah alhamdulillah, kami sangat puas. Bukan hanya puas karena dapat pendapatan yang lumayan, tapi puas karena bisa bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan pasien. Ketagihan ingin ikut pos kesehatan lagi!
#Relawan Teh Sarah
#Relawan Teh Sarah
Jumat, 11 Maret 2011
Pencerdasan tentang Hipertensi
Bandung, 8 maret 2011
Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Kabupaten Bandung telah melakukan kegiatan penyuluhan gratis di salah satu tempat di kabupaten Bandung, tepatnya di desa Cinunuk kecamatan Cileunyi pada hari Selasa, tanggal 8 Maret 2011. Penyuluhan diberikan kepada ibu-ibu pengajian di tempat tsb. Acara ini diikuti oleh 51 orang. Dengan dipimpin oleh dr. Guntur , sebanyak 4 orang relawan diterjunkan.
Penyuluhan yang diberikan adalah mengenai tekanan darah tinggi. Sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan tensi darah. Ibu-ibu tampak sangat antusias menyambut kegiatan ini, tak ada yang satupun yang ingin terlewat untuk diukur tekanan darahnya. Usai itu kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Begitu semangatnya sehingga waktu yang ditetapkan, yaitu mulai dari pukul 16.00-17.00 terpaksa harus ditambah lagi setengah jam. Pukul 17.30 acara baru ditutup.
Penyuluhan dititikberatkan pada apa saja pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit darah tinggi serta bagaimana cara pengaturan gaya hidup jika menyandang penyakit tersebut. Rencananya, kegiatan penyuluhan pada ibu-ibu pengajian akan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali dalam setahun.
#By: Relawan Mbak Maya
Pos Kesehatan yang Pertama = Pos Antusiasme
Alhamdulillah. Kalimat itu diucapkan dengan nada sumringah dan wajah penuh seringai lebar oleh sekelompok pemuda pemudi yang mengenakan rompi putih-putih dengan lambang bulan sabit merah besar di punggung. Seringai yang entah disebabkan karena bahagia atau karena matahari yang sedang bersinar cukup terik di siang hari Ahad, 6 maret 2011 yang lalu.
Hari itu, sejak pukul 7 pagi, relawan dari BSMI kabupaten Bandung mengadakan pos kesehatan di pasar UNPAD. Di situ, pengunjung pasar yang diadakan setiap hari Minggu pagi tersebut bisa mendapatkan berbagai macam pelayanan. Seperti pengukuran tekanan darah dan berat badan gratis, tes kadar glukosa darah, tes asam urat, dan tes kolesterol yang bisa dilakukan dengan harga yang sangat murah.
Kekhawatiran para relawan akan antusiasme masyarakat yang minim mengingat ini adalah pos kesehatan yang pertama kali diadakan dari serangkaian pos-pos kesehatan yang lain ternyata tidak terbukti. Sejak pos mulai dibuka, bahkan ketika tikar belum tergelar, pasien silih berganti berdatangan. Mulai dari mahasiswa, gadis-gadis remaja yang berebutan ingin mengukur berat badannya, sampai nenek-nenek yang baru saja selesai mengikuti senam pagi di klinik Jatinangor. Tak hanya dari kedatangan masyarakat, antusiasme itu juga terukur dari seberapa banyak masyarakat yang berjalan melewati pos kami dengan wajah atau mata yang bukannya menghadap ke depan tetapi malah ke samping. Ada yang terang-terangan, ada yang malu-malu macam gadis dalam pingitan. Ya kemana lagi kalau bukan ke pos kesehatan bulan sabit merah Indonesia kabupaten Bandung. Bahkan antusiasme masyarakat tidak hanya ditujukan pada layanan kesehatan yang para relawan berikan di tempat itu, tetapi juga pada Bulan Sabit Merah sebagai organisasi berikut program-program kerjanya.
Hanya dengan seizin Allah segala kemudahan yang para relawan dapatkan selama proses pos kesehatan hari Ahad yang lalu bisa terjadi. Mulai dari kemudahan mengurus perijinan untuk membuka stand di pasar UNPAD, mendapatkan pasien, sampai ke hal-hal kecil seperti mendapatkan toa yang digunakan oleh para relawan untuk berorasi “mempromosikan” pos kesehatannya. Sama sekali tidak kami sangka bahwa bapak penanggungjawab Pasar Unpadnya sendiri lah yang berinisiatif membawakan kami toa,. Bahkan beliau sempat membantu berorasi mempromosikan pos kami sebelum akhirnya salah seorang relawan menawarkan diri untuk menggantikan beliau berteriak-teriak dengan toa di pinggir jalan.
Uang yang terkumpul dari pos kesehatan yang insya Allah akan diadakan setiap hari Ahad pagi ini nantinya akan dikelola oleh Bulan Sabit Merah Kabupaten Bandung untuk bantuan bencana alam maupun bakti sosial.
Alhamdulillah, semoga pos-pos kesehatan selanjutnya berlangsung lebih sukses daripada pos kesehatan yang pertama ini.
Relawan- tzQ -
Minggu, 06 Maret 2011
BSMI Akan dilenyapkan dari Indonesia! Mari dukung BSMI
Sebuah SMS dari salah satu rekan dokter dari BSMI, yang menyatakan BSMI akan dieliminasi dari Bumi Indonesia ini. Karena dimemonopoli oleh hanya satu"Lambang Palang Merah" BSMI harus menjadi korban RUU tentang "Lambang Palang Merah" yang akan disahkan. "Mengapa utk menyelesaikan permaslahan kemanusiaan di negeri ini harus dg monopoli??" Mohon disebarkan" (dr Basuki Supartono-ketua BSMI Pusat).
Jumat, 04 Maret 2011
“Jadilah Rahmat bagi Seluruh Alam…! Wahai si Bulan Sabit Merah nan Menawan”
Bulan Sabit Merah nan menawan
Baju tak mengapa kita tanggalkan namun semangat melayani dan berbagi dengan gigih tanpa pamrih dan tak pandang golongan serta tak memunculkan perbedaan
Dapat dijadikan cirri pengenalan orang,
Hingga merasuklah kedalam alam pikiran
Hingga seru mereka akhirnya : O, benarlah rupanya, bulan sabit merah memang layak dicintai! Itulah dulu yang harus masyarakat kenali sebagai ciri dari si
Bulan Sabit Merah ini!
Rabu, 02 Maret 2011
PMI DAN BSMI ORGANISASI NON PEMERINTAH
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan organisasi non pemerintah, sama seperti Palang Merah Indonesia (PMI). ini yang mesti dipahami oleh masyarakat. Pesan itulah yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes RI Bpk Rustam Pakkaya. dari info tersebut, tim BSMI merumuskan kembali analisa organisasinya.
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan organisasi non pemerintah, sama seperti Palang Merah Indonesia (PMI). ini yang mesti dipahami oleh masyarakat. Pesan itulah yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes RI Bpk Rustam Pakkaya. dari info tersebut, tim BSMI merumuskan kembali analisa organisasinya.
Langganan:
Komentar (Atom)




