Care For Life

Selamat datang..Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang peka dengan masalah sosial di lingkungan sekitar.Kejadian demi kejadian bencana telah melanda negeri ini. Masing-masing dari kita tergerak untuk meringankan beban dari saudara-saudara kita yang terimpa musibah.Hanya satu alasan yang mampu menyatukan kita dalam satu organisasi ini, yaitu "Care for Life"


Senin, 24 Oktober 2011

Tanggap Bencana Kebakaran Pasar Cicalengka, Kab. Bandung


Sabtu, 22 Oktober 2011, terjadi kebakaran hebat di Pasar Cicalengka, Kab. Bandung. Pasar ini terletak di wilayah Kab. Bandung bagian timur, berbatasan dengan wilayah Kab. Sumedang. Kebakaran terjadi dari pukul 15.00 WIB. Semua pemadam kebakaran dari wilayah Bandung dan Sumedang dikerahkan segera untuk memadamkan api yang menjilat hampir seluruh badan pasar.
Salah satu tim kami, Bsmi Kab. Bandung yang kebetulan tidak jauh dari tempat kejadian segera menyisir lokasi kebakaran untuk melakukan pengecekan apakah terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Alhamdulillah, setelah penyisiran dilakukan , korban jiwa tidak ada, hanya korban material yang nilainya tidak bisa diperkirakan hangus terlahap jalannya api yang sangat cepat.

Esok harinya, Ahad 23 Agustus 2011, Tim kami segera turun untuk segera mendirikan Posko BSMI di lokasi kejadian pada pukul 08.30 WIB. Relawan kami segera membagikan masker untuk warga yang berusaha mengais-ngais kembali barang-barang yang tersisa di bawah abu kebakaran semalam. Relawan kami juga melakukan perawatan berbagai macam luka, dari luka tergores pecahan genting, tertusuk paku, hingga tertusuk besi. Dengan sigap relawan kami segera melakukan perawatan luka untuk mencegah infeksi yang dikhawatirkan berlanjut. Selain itu, tim kami juga memberikan pengobatan untuk warga yang mengalami sindrom akut paska kebakaran, beberapa keluhan mulai pegal-pegal, kurang tidur, sakit kepala, dan keluhan-keluhan lainnya dapat kami atasi. Secara umum dari pagi hingga sore hari, pasien bergantian datang ke posko kami dengan membawa berbagai macam keluhannya. Pasien-pasien tersebut juga tim-tim Penanggulangan Bencana lainnya berterima kasih atas didirikannnya posko bencana BSMI ini. terima kasih.
(BSMI Kab. Bandung)

Galang Dana Somalia Part 2

Kami bekerja sama dengan PKM Senat FK Unpad Untuk menggalang dana kelaparan Somalia di minggu pertama dan minggu kedua bulan Oktober 2011. Tidak disangka, antusias donatur dari kalangan mahasiswa di FK Unpad cukup tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya jumlah sumbangan yang diberikan dibanding dengan sumbangan-sumbangan kegiatan sosial sebelumnya. Sumbangan yang terkumpul dari semua mahasiswa disini ditambah dengan sumbangan yang di galang di Gazibu, Kota Bandung terkumpul sebanyak Rp. 2.326.400,-. Selanjutnya sumbangan ini kami kirimkan ke rekening BSMI Pusat untuk mendukung program pengiriman tenaga medis (Dokter dan Perawat), serta logistik untuk pendirian rumah sakit lapangan di Somalia.
Terima kasih banyak atas partisipasi dan dukungan dari semua pihak yang sangat mendukung program galang dana Somalia ini. (BSMI Kab.Bandung)

Senin, 26 September 2011

Galang Dana Kelaparan Somalia



“Bencana kekeringan dan kelaparan di Somalia telah menewaskan lebih dari 29.000 anak di bawah lima tahun. Sementara itu, ratusan ribu anak lainnya menderita kekurangan gizi akut dan terancam kehilangan nyawa.”

Berita tersebut menarik perhatian sembilan relawan yang tergabung dalam Bulan Sabit Merah Indonesia Kabupaten Bandung untuk mengadakan acara penggalangan dana bencana kekeringan dan kelaparan di Somalia pada hari Minggu 18 September 2011. Acara dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB di pasar tumpah Gasibu, Bandung. Antusiasme dari pengunjung sudah terlihat sejak stand dibuka. Terlebih lagi kami juga mengadakan pos pelayanan kesehatan yang terdiri dari cek tensi darah, gula darah, kolesterol, asam urat serta konsultasi kesehatan. Kami juga membuka open recruitment bagi dokter, perawat, dan tenaga umum untuk menjadi relawan ke Somalia bersama tim dari BSMI pusat.

Acara tanggap bencana BSMI Kabupaten Bandung ini merupakan rangkaian kegiatan rutin sebagai bentuk kepedulian kami terutama kepada yang mengalami musibah. Acara ini juga sebagai bentuk pengenalan BSMI terhadap masyarakat luas. Akhir kata, kami tim relawan BSMI mengucapkan terima kasih bagi yang sudah berpartisipasi dalam acara ini dan semoga acara kami bermanfaat dan menjadi inspirasi.

Jumat, 23 September 2011

Baksos bersama BSMI Ciamis dan Indosat


Sabtu, 17 september 2011, Kami bersama BSMI Ciamis mengadakan Balai Pengobatan di Desa Cibungur, Rancakalong, Sumedang. Secara geografis desa ini cukup jauh dari jalur utama Sumedang-Cirebon, sekitar 5 km jauhnya. Hal ini menjadikan tim advance yang dikomando langsung oleh Tim Indosat Rancaekek Bandung pagi itu juga datang lebih awal untuk menyiapkan segala keperluan logistiknya.

Balai pengobatan ini sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Sehat yang digalakkan oleh Indosat yang bekerja sama dengan BSMI. Dalam hal ini, kami dan BSMI Ciamis sebagai tim medis yang melaksanakan proses kegiatan pemberian pengobatan gratis untuk warga setempat. Proses kegiatan pengobatan berlangsung dari pukul 09.30 - 13.00 WIB. 

Alhamdulillah, kegiatan kali ini lancar dan kasus penyakit yang terdiagnosa cukup banyak dan variatif. Banyak ucapan terima kasih dari warga setempat yang sudah merasa terbantu dan merasa terharu karena sudah jauh-jauh mau datang ke desa mereka itu.

-Relawan-



Selasa, 16 Agustus 2011

Bukber Relawan

Selasa, 9 Ramadhan 1432/ 9Agustus 2011, kami relawan BSMI Kab. Bandung mengadakan Bukber alias Buka Bersama. Buka bersama ini kami laksanakan di rumah makan daerah Metro, Jl. Soekarno Hatta, Bandung.
Awalnya ide ini  muncul setelah kami merasakan kevakuman kegiatan Bsmi selama 2 bulan terakhir dikarenakan banyak relawan kami yang sebelumnya menempuh ujian kenaikan tingkat di kampusnya masing-masing. Oleh karena itu tercetuslah ide ini ke permukaan. Setelah kami bicarakan dengan teman-teman relawan yang lain, akhirnya kami sepakat untuk mengadakan kegiatan Buka Bersama ini.
Dalam kegiatan ini, inti acaranya tidak hanya tertuju pada satu tujuan menunggu bersama bedug maghrib, tetapi sebelumnya kita isi dahulu dengan acara konsolidasi relawan, penjelasan tentang hasil Munas Mukernas BSMI 2011 kemari, dan yang tidak kalah pentingnya juga kami jelaskan rencana strategis kita selanjutnya.
Alhamdulillah acaranya bisa berlangsung lancar. Alhamdulillah agenda yang sudah kita rencakan bisa berjalan dengan baik dengan bonus ukhuwah kami bisa tetap terjalin dengan adanya acara semacam ini. Perlu diketahui yang hadir dalam acara ini yaitu  lain Saif, Tazkia, Dinda, Nita, Maya, Nina dan Dini.

-Saif-

Kamis, 02 Juni 2011

Aneka Terapi Warisan Kedokteran Islam

Kontribusi peradaban Islam dalam dunia kedokteran sungguh sangat tak ternilai. Di era keemasannya, peradaban Islam telah melahirkan sederet dokter terkemuka yang telah meletakkan dasar-dasar kedokteran modern. Dunia Islam juga tercatat sebagai peradaban pertama yang memiliki rumah sakit yang dikelola secara profesional.

Dunia kedokteran Islam di zaman kekhalifahan telah mewariskan sederet peninggalan bagi peradaban modern. Salah satu peninggalan terpenting dari kedokteran Islam adalah terapi kedokteran. Para dokter Muslim melalui kitab atau risalah yang ditulisnya telah memperkenalkan aneka terapi untuk mengobati beragam penyakit.

Para dokter Muslim di era kejayaan mencoba membuktikan hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa ''semua penyakit pasti ada obatnya.'' Lewat aneka terapi yang dikembangkannya, para dokter Muslim berhasil menemukan metode penyembuhan penyakit berdasarkan penyebabnya.

Beragam jenis terapi yang dikembangkan kedokteran Islam itu antara lain; aromaterapi, terapi kanker, kemoterapi, kromoterapi, hirudoterapi, Parmacoterapi, Pisiterapi, psikoterapi, Pitoterapi, urologi, litotomi,  dan terapi seksual.

Open Recruitment Relawan BSMI Kab. Bandung 2011


Assalamualaikum.ww
telah dibuka pendaftaran relawan baru BSMI Kab. Bandung 2011 gelombang 2.
Silahkan daftarkan diri anda dengan mengirimkan beberapa persyaratan sebagai berikut:
1. Curriculum Vitae (CV) dan Pas Foto.
2. Essay alasan menjadi relawan BSMI (times new roman, 12, spasi single, minimal 2 lembar)

kirim ke email : bsmikabbandung@gmail.com

kami tunggu ya :)
jazakallahukhairankatsiro..
wass.ww

Selasa, 10 Mei 2011

Baksos with Rahastra

Sabtu, 7 Mei 2011. Berlokasi di daerah Cibaduyut, Kecamatan Kopo, kami yang terdiri dari 4 dokter dan 9 relawan bekerja sama dengan Koperasi Rahastra untuk mengadakan pengobatan gratis. Acara ini merupakan rangkaian acara pembukaan Koperasi Rahastra. Persiapan acara sendiri dilakukan pada jumat malam, yaitu berupa briefing singkat dan menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan. Dan keesokan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB, kami dan seorang dokter berangkat menuju lokasi dengan fasilitas sebuah mobil untuk transportasi.
Acara dimulai pada pukul 09.30, dimana sesampainya disana kami menyusun ruangan dan membagi peran. Relawan dibagi dalam beberapa pos, seperti pendaftaran, pengukuran tensi, asisten dokter, dan tidak lupa pos pengambilan obat. Peserta yang hadir terlihat antusias dengan pengobatan gratis ini, terbukti sekitar 188 pasien berhasil kami layani. Alhamdulillah pukul 15.00 WIB acara pun selesai, ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan pada dokter yang bertugas dan juga Koperasi Rahastra yang mempercayakan proyek ini pada kami. Kami pun berharap setelah acara ini ukhuwah tidak akan putus dan akan ada beribu-ribu kerja sama yang bisa diadakan kembali. Dan untuk para relawan, ucapan terima kasih dan doa pun tak luput diucapkan atas kerelaannya meluangkan waktu dan tenaga untuk tetap loyal di BSMI Kabupaten Bandung ini.

Relawan Lia.

Minggu, 17 April 2011

Baksos Angin Puting Beliung Rancaekek, Kab. Bandung



Angin puting beliung atau puyuh menyapu delapan desa di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (13/4/2011). Untuk sementara korban luka-luka sebanyak 22 orang dan ratusan rumah rusak. Menurut Camat Rancaekek Meman Nurjaman, setelah angin puyuh menerjang, hujan turun sangat deras. "Yang paling parah kerusakan terjadi di Kampung Papanggungan Desa Jelegong. Ada 161 rumah yang rusak," ujar Meman saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (13/4/2011).
Sabtu, 16 April 2011 laskar pejuang Allah, BSMI cabang kabupaten Bandung, mengadakan bakti sosial berupa balai pengobatan gratis bagi para korban keganasan angin puting beliung di Rancaekek-Bandung. Kali ini BSMI tidak turun sendirian, kami bekerja sama dengan teman-teman KSR universitas Islam Bandung sejumlah sebelas orang, jadi personil kami totalnya berjumlah 18 orang. Kegiatan ini merupakan baksos pertama BSMI di periode kepengurusan 2011.
            Persiapan kegiatan ini hanya dilakukan sehari sebelum hari acara, kami berusaha turun secepat mungkin untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan bagi para korban. Acara dimulai setelah dhuhur setelah melewati perjalanan yang cukup jauh dan rute yang sulit dijangkau oleh kendaraan kami. Setelah sehari sebelumnya melakukan survey dan koordinasi, akhirnya kita diizinkan membuka pos kesehatan gratis di sebuah mesjid di lingkungan tersebut. Dalam aksi ini kami dibantu oleh seorang dokter , dr Asri, seorang senior kami di BSMI. Sejumlah 18 orang tersebut terbagi ke dalam beberapa pos,  pendaftaran pasien, anamnesis dan pemeriksaan fisik, farmasi dan ada juga teman-teman yang membantu memasak di dapur umum.  Alhamdulillah akhirnya kegiatan kita selesai sekitar ashar. Saat berpamitan, para pejabat dan warga setempat mengucapakan terima kasih dan sangat mengapresiasi kegiatan kami hari tersebut.
            Inilah wujud eksistensi BSMI terhadap sesama manusia, semoga kegiatan perdana dikepengurusan tahun ini bisa memberikan motivasi yang lebih lagi kepada kami untuk selalu memberikan pengabdian yang terbaik kepada-Nya. Amin
Salam BSMI
(Writter: Nina Eristiana)
Relawan yang turun: Saif, Sayyid Hakam, Azhar Gunawan, Luthfi, Nina Eristiana, Maya V. Putri, Silvia Hardiayanti.

Final Poskes On the Road On March 2011

Ahad 27 Maret 2011, pukul 07.00 mulai terlihat geliat para pejuang Allah membuka pos kesehatan on the road di pasar tumpah Unwim. Awalnya kami tak akan membuka pos untuk minggu ini dikarenakan kehabisan stript glukosa dan kolesterol, tapi untunglah kami segera mendapatkan stoknya lagi. Meskipun pos kami baru dibuka agak siang tapi alhamdulillah pasien tetap banyak seperti minggu-minggu yang lalu.  Relawan yang turun minggu ini berjumlah tiga orang dan kami kedatangan dua orang pengurus BSMI cabang kabupaten Bandung, jadilah pos kami bertambah ramai.
Pelayanan yang diberikan pun sama seperti minggu sebelumnya, tes kadar gula darah, kolesterol, asam urat, pengukuran tekanan darah, dan pemberian penyuluhan. Kegiatan merupakan kegiatan rutin kami yang ditujukan untuk menggalang dana sosial, dimana setelah terkumpul diakhir bulan, kami akan melaksanakan baksos ataupun santunan sosial. Akhirnya pos ditutup sekitar jam 11.30 karena dirasa pengunjung sudah sepi.
Kami adalah bagian kecil dari BSMI, semoga peran kecil kami ini mendapatkan ridho-Nya dan bermanfaat untuk saudara-saudara kami. Walaupun gerakan kami sangat terbatas dikarenakan status kami saat ini adalah mahasiswa yang dibatasi aktivitas akademik, kami yakin bahwa kami adalah pengabdi sejati-Nya dan pelayan terbaik untuk masyarakat.
Relawan- Sayyid Hakam Satrio, Nina Eristiana, Maya Valentina P
Pengurus- Meigirda Aldini Wardani, Tanti

Senin, 28 Maret 2011

Kelanjutan Poskes On the Road

Kegiatan kelanjutan Posko Kesehatan On the Road dilaksanakan pada hari Ahad pagi tanggal 20 Maret di mulai pukul 7.00 di pasar tumpah Unpad, Jatinangor. Persiapan kami lakukan sejak jam 6 pagi. Kegiatan Posko ini diikuti oleh 4 orang relawan yaitu Mbak Silvia, Teh Gesti, Teh Dinda, Mas Saif. Kegiatan kami melayani pemeriksaan tensi darah secara gratis bagi masyarakat sekitar, dan menyediakan pelayanan pemeriksaan kadar glukosa, kadar asam urat, kolesterol, serta memberikan penyuluhan kepada pasien tentang pola hidup sehat berkaitan dengan keluhannya. Masyarakat terlihat senang dan antusias dengan keberadaan kami BSMI, hal ini terlihat dari beberapa orang memberikan komentar bahwa ibu tersebut jarang atau tidak pernah memeriksakan cek kesehatan di puskemas dengan alasan tidak sempat dan kalaupun ada waktu sabtu minggu, puskesmas malah tutup. Keberadaan kami BSMI dirasa membantu sebagai preventif terhadap penyakit, ujar seorang ibu sambil memberikan pisang setengah cengkeh kepada relawan.

Awalnya pukul 07.00 masih terlihat sepi, namun sekitar pukul 08.00 pasien lumayan banyak yang mengunjungi posko kami. Pasien pun antri terlebih dahulu. Pasien menyampaikan keluhannya seperti sering kesemutan, pusing lalu kami pun memberikan edukasi. Alur kegiatan kami, setiap pasien yang datang, pasien mengisi buku kunjungan pada meja pertama. Kemudian pasien di tensi, apabila pasien ingin mengetahui kadar gula, kolesterol, asam urat pasien ke meja 2 atau 3. Namun saat pasien yang datang banyak, kami agak kebingungan karena harus menyampaikan hasil pemeriksaan kepada meja registrasi juga. Kegiatan kami berakhir pukul 10.30 dengan jumlah pasien 33 orang. Alhamdulillah kami senang melakukan itu semua.

#Relawan
(silvia)

Selasa, 15 Maret 2011

Posko Pelayanan Kesehatan


hari Ahad pagi, 13 Maret 2011, 6 relawan berkumpul di pasar UNPAD, Jatinangor, Sumedang, tepatnya di dekat gerbang Klinik Padjadjaran. Awalnya hanya 2 orang saja yang sudah standby sejak pagi jam 06.00, berikutnya beberapa relawan menyusul.  Kami baru mulai kegiatan sekitar jam 06.00 untuk persiapan, pembukaan dan baru sekitar jam 06.30 kita mulai sibuk melayani pasien.
Penanggung jawab pos kesehatan kali ini adalah relawan Azhar, dibantu oleh relawan lainnya yaitu Sarah, Nita, Saif, Teh Dini, Teh Tanti. Kami kira pasien kami akan sedikit, karena di awal begitu sedikitnya orang yang tertarik mengunjungi ‘lapak’ kami. Tapi, ternyata beberapa menit kemudian kami agak kewalahan menangani pasien yang menumpuk. Akhirnya, di awal ada beberapa pasien yang ‘lost’ tidak sempat teregistrasi. Di awal pun alat tensinya belum datang, jadi beberap pasien yang ingin ditensi terpaksa harus menunggu beberapa menit. Yah,walaupun dengan sumberdaya yang terbatas, alhamdulillah masih bisa ‘melayani pasien’ dengan baik. Malah ada pasien yang datang hanya untuk konsultasi ‘pusing-pusingnya’ dan menanyakan obat yang tepat. Menurut kami, pos kesehatan itu memang harus begitu, edukasi pasien tentang hal-hal yang berkaitan dengan keluhannya  (terutama tentang gula darah, hipertensi, kolesterol, dan asam uratnya). Jangan sampai kita, relawan, hanya bertindak seperti ‘laboran’ yang membacakan hasil pengukurannya. Dan menurut saya, BSMI sudah melakukannya dengan baik, dengan mempersiapkan dan memberikan pamflet-pamflet edukasi segera setelah dilakukakan pemeriksaan 
Hmm. Yah, kegiatan kami berakhir sekitar pukul 11.30. Sebenarnya kami  sudah’ beberes’ sejak pukul 10.30, tapi ternyata masih ada pasien yang mau, ya akhirnya kami membuka lagi boksnya dan melakukan prosedur pemeriksaannya. Alhamdulillah alhamdulillah, kami sangat puas. Bukan hanya puas karena dapat pendapatan yang  lumayan, tapi puas karena bisa bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan pasien. Ketagihan ingin ikut pos kesehatan lagi! 
#Relawan Teh Sarah

Jumat, 11 Maret 2011

Pencerdasan tentang Hipertensi


Bandung, 8 maret 2011
Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Kabupaten Bandung telah melakukan kegiatan penyuluhan gratis di salah satu tempat di kabupaten Bandung, tepatnya di desa Cinunuk kecamatan Cileunyi pada hari Selasa, tanggal 8 Maret 2011. Penyuluhan diberikan kepada ibu-ibu pengajian di tempat tsb. Acara ini diikuti oleh 51 orang. Dengan dipimpin oleh dr. Guntur , sebanyak 4 orang relawan diterjunkan.
Penyuluhan yang diberikan adalah mengenai tekanan darah tinggi. Sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan tensi darah. Ibu-ibu tampak sangat antusias menyambut kegiatan ini, tak ada yang satupun yang ingin terlewat untuk diukur tekanan darahnya. Usai itu kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Begitu semangatnya sehingga waktu yang ditetapkan, yaitu mulai dari pukul 16.00-17.00 terpaksa harus ditambah lagi setengah jam. Pukul 17.30 acara baru ditutup.
Penyuluhan dititikberatkan pada apa saja pencegahan yang dapat dilakukan  agar terhindar dari penyakit darah tinggi serta bagaimana cara pengaturan gaya hidup jika menyandang penyakit tersebut. Rencananya, kegiatan penyuluhan pada ibu-ibu pengajian akan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali dalam setahun.

#By: Relawan Mbak Maya

Pos Kesehatan yang Pertama = Pos Antusiasme


Alhamdulillah. Kalimat itu diucapkan dengan nada sumringah dan wajah penuh seringai lebar oleh sekelompok pemuda pemudi yang mengenakan rompi putih-putih dengan lambang bulan sabit merah besar di punggung. Seringai yang entah disebabkan karena bahagia atau karena matahari yang sedang bersinar cukup terik di siang hari Ahad, 6 maret 2011 yang lalu.
Hari itu, sejak pukul 7 pagi, relawan dari BSMI kabupaten Bandung mengadakan pos kesehatan di pasar UNPAD. Di situ, pengunjung pasar yang diadakan setiap hari Minggu pagi tersebut bisa mendapatkan berbagai macam pelayanan. Seperti pengukuran tekanan darah dan berat badan gratis, tes kadar glukosa darah, tes asam urat, dan tes kolesterol yang bisa dilakukan dengan harga yang sangat murah.
Kekhawatiran para relawan akan antusiasme masyarakat yang minim mengingat ini adalah pos kesehatan yang pertama kali diadakan dari serangkaian pos-pos kesehatan yang lain ternyata tidak terbukti. Sejak pos mulai dibuka, bahkan ketika tikar belum tergelar, pasien silih berganti berdatangan. Mulai dari mahasiswa, gadis-gadis remaja yang berebutan ingin mengukur berat badannya, sampai nenek-nenek yang baru saja selesai mengikuti senam pagi di klinik Jatinangor. Tak hanya dari kedatangan masyarakat, antusiasme itu juga terukur dari seberapa banyak masyarakat yang berjalan melewati pos kami dengan wajah atau mata yang bukannya menghadap ke depan tetapi malah ke samping. Ada yang terang-terangan, ada yang malu-malu macam gadis dalam pingitan. Ya kemana lagi kalau bukan ke pos kesehatan bulan sabit merah Indonesia kabupaten Bandung. Bahkan antusiasme masyarakat tidak hanya ditujukan pada layanan kesehatan yang para relawan berikan di tempat itu, tetapi juga pada Bulan Sabit Merah sebagai organisasi berikut program-program kerjanya.
Hanya dengan seizin Allah segala kemudahan yang para relawan dapatkan selama proses pos kesehatan hari Ahad yang lalu bisa terjadi. Mulai dari kemudahan mengurus perijinan untuk membuka stand di pasar UNPAD, mendapatkan pasien, sampai ke hal-hal kecil seperti mendapatkan toa yang digunakan oleh para relawan untuk berorasi “mempromosikan” pos kesehatannya. Sama sekali tidak kami sangka bahwa bapak penanggungjawab Pasar Unpadnya sendiri lah yang berinisiatif membawakan kami toa,. Bahkan beliau sempat membantu berorasi mempromosikan pos kami sebelum akhirnya salah seorang relawan menawarkan diri untuk menggantikan beliau berteriak-teriak dengan toa di pinggir jalan.
Uang yang terkumpul dari pos kesehatan yang insya Allah akan diadakan setiap hari Ahad pagi ini nantinya akan dikelola oleh Bulan Sabit Merah Kabupaten Bandung untuk bantuan bencana alam maupun bakti sosial.
Alhamdulillah, semoga pos-pos kesehatan selanjutnya berlangsung lebih sukses daripada pos kesehatan yang pertama ini.
Relawan- tzQ -

Minggu, 06 Maret 2011

BSMI Akan dilenyapkan dari Indonesia! Mari dukung BSMI

Sebuah SMS dari salah satu rekan dokter dari BSMI, yang menyatakan BSMI akan dieliminasi dari Bumi Indonesia ini. Karena dimemonopoli oleh hanya satu"Lambang Palang Merah" BSMI harus menjadi korban RUU tentang "Lambang Palang Merah" yang akan disahkan. "Mengapa utk menyelesaikan permaslahan kemanusiaan di negeri ini harus dg monopoli??" Mohon disebarkan" (dr Basuki Supartono-ketua BSMI Pusat).

Jumat, 04 Maret 2011

“Jadilah Rahmat bagi Seluruh Alam…! Wahai si Bulan Sabit Merah nan Menawan”


Bulan Sabit Merah nan menawan
Baju tak mengapa kita tanggalkan namun semangat melayani dan berbagi dengan gigih tanpa pamrih dan tak pandang golongan serta tak memunculkan perbedaan
Dapat dijadikan cirri pengenalan orang,
Hingga merasuklah kedalam alam pikiran
Hingga seru mereka akhirnya : O, benarlah rupanya, bulan sabit merah memang layak dicintai! Itulah dulu yang harus masyarakat kenali sebagai ciri dari si
Bulan Sabit Merah ini!

Rabu, 02 Maret 2011

PMI DAN BSMI ORGANISASI NON PEMERINTAH

Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan organisasi non pemerintah, sama seperti Palang Merah Indonesia (PMI). ini yang mesti dipahami oleh masyarakat. Pesan itulah yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes RI Bpk Rustam Pakkaya. dari info tersebut, tim BSMI merumuskan kembali analisa organisasinya.
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan organisasi non pemerintah, sama seperti Palang Merah Indonesia (PMI). ini yang mesti dipahami oleh masyarakat. Pesan itulah yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes RI Bpk Rustam Pakkaya. dari info tersebut, tim BSMI merumuskan kembali analisa organisasinya.

Sabtu, 26 Februari 2011

Kitab Al-Tasrif, Buku Rujukan Para Dokter

Selama enam abad, Kitab al-Tasrif menjadi pan duan praktik medis bagi para dokter dan ahli bedah, baik di dunia Islam maupun Eropa abad pertengahan. Kitab al-Tasrif. Buku kedokteran karya Abu al-Qasim al-Zahrawi alias Abulcasis itu begitu fenomenal. Ditulis pada abad ke-10 M, Kitab al-Tasrif telah turut berjasa mengubah dunia kedokteran moden. Kehebatan buku kedokteran karya dokter bedah legendaris Muslim dari Andalusia itu telah diakui para dokter dan ilmuwan Barat. Buku kedokteran karya al-Zahrawi telah menjadi referensi kalangan dokter di dunia Barat. Pada abad ke-14 M, seorang ahli bedah berkebangsaan Prancis bernama Guy de Chauliac tercatat mengutip Kitab al-Tasrif lebih dari 200 kali. Sedangkan Pietro Argallata yang hidup pada 1453 M menabalkan al-Zahrawi sebagai, "Kepala semua ahli bedah yang sangat andal dan tidak diragukan kemampuannya".
http://www.lintasberita.com/Entertainment/Sains/kitab-al-tasrif-buku-rujukan-para-dokter-

Kamis, 24 Februari 2011

Pembekalan dan Taaruf Relawan Baru

 
Bandung, Sabtu, (19/02) Relawan baru mengikuti kegiatan pembekalan dan taaruf relawan dan pengurus BSMI. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan baru bagi relawan baru yang tergabung dengan BSMI. Dalam kegiatannya, terdapat pengarahan yang berikan langsung oleh dokter Guntur S. selaku Ketua Umum BSMI Kabupaten Bandung. Disini dipaparkan mengenai alasan-alasan kenapa relawan baru harus turut serta memperjuangkan keberadaan BSMI. Selanjutnya, dipaparkan mengenai kegiatan-kegiatan BSMI selama ini dan bagaimana bentuk kontribusinya terhadap masalah-masalah kemanusiaan. Pada akhir acara, dilakukan penjelasan mengenai kegiatan rutin relawan baru BSMI.

Selasa, 25 Januari 2011

Open Recruitment Relawan BSMI Kab. Bandung 2011



PERSYARATAN DAN SELEKSI :

1. CV + Pas Foto 4 x 6
2. Essay “Alasan Menjadi Relawan BSMI” (Times New Roman, 12, Spasi single, A4, minimal 2 lembar)

Kirimkan email : bsmikabbandung.gmail.com

Paling lambat 2 Februari 2011

Kuota terbatas!!

* hasil seleksi: akan diberitahukan via SMS atau Email.

Senin, 10 Januari 2011

Potret Kemajuan Dunia Kedokteran dalam Sejarah Islam

ilustrasi
Ilmuwan bernama Ehsan Masood mengungkap fakta. Dalam bukunya, 'Science in Islam', ia menyebutkan bahwa ilmu kedokteran merupakan bidang sains yang paling produktif di masa awal Islam. Ini bukan begitu saja terjadi, namun ada latar belakang sebagai pijakan berkembangnya ilmu kedokteran.

Aspek medis dan kesehatan, sudah mendapat perhatian besar Rasulullah SAW semasa hidupnya. Inilah yang mengilhami pencapaian luar biasa umat Islam dalam ilmu kedokteran. Banyak ayat Alquran dan hadis yang berkaitan dengan persoalan kesehatan. Di lapangan, umat telah mempraktikkan ajaran Nabi Muhammad terkait kesehatan.

Bahkan, para Muslimah misalnya, secara sukarela menjadi tenaga perawat untuk mendukung perjuangan yang dilakukan pasukan Islam dalam sejumlah pertempuran. Pemanfaatan teknik pengobatan dan ilmu kedokteran terus berlanjut. Pada masa selanjutnya, terjadi pula transfer ilmu dari masa Yunani kuno.


Literatur-literatur medis dari peradaban lama diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Suriah pada abad ke-7 hingga ke-9. Khalifah al Ma'mun dari Dinasti Abbasiyah, mendorong gerakan gerakan pengalihbahasaan literatur penting itu. Bahkan, khalifah memberikan imbalan besar bagi ilmuwan yang melakukan penerjemahan.

Tak jarang, proses penerjemahan juga melibatkan para sarjana Kristen atau Yahudi. Salah satu karya besar yang diterjemahkan adalah buku de Materia Medica yang ditulis pada abad ke-1 oleh Dioscorides. Dia adalah dokter bedah asal Yunani yang bekerja di kententaraan Romawi.

Beberapa karya monumental dari Gelanus, dokter asal Yunani, turut dialihbahasakan. Salah satu penerjemah paling masyhur adalah Hunayn ibn Ishaq (809-873). Tokoh kelahiran al Hira ini tercatat sudah menerjemahkan sekitar 116 karya, termasuk menuliskan 21 buku bidang kedokteran.

Islam juga mengenal sejumlah penerjemah lain, seperti Jurjis ibnu Bakhtisliu dan Yuhana ibn Masawaya. Selain itu, penerjemahan literatur medis dari para dokter dan tabib India serta Persia kuno juga gencar dilakukan. Peter E Poorman dan Emilie SavageSmith melalui bukunya, Medieval Islamic Medicine, mengatakan teks itu menjadi rujukan.

Berdasarkan teks-teks terjemahan, ujar mereka, para ilmuwan Muslim meneliti, menyempurnakan, sekaligus mengembangkan teknik pengobatan baru. Agar mudah dipahami, dipelajari, dan diaplikasikan, umat Islam membuat karya itu lebih sistematis. Ini terwujud lewat daftar indeks, ensiklopedia, atau kesimpulan.

Para ilmuwan Muslim juga memadukan teknik medis dari beragam peradaban sehingga ditemukan cara pengobatan yang lebih baik. Atas dasar fakta tersebut, tak heran jika Poorman dan Smith kurang sependapat dengan anggapan bahwa dokter Muslim hanya mengambil mentah-mentah ilmu kedokteran dari Yunani kuno.

Sejarawan Philip K Hitti menyatakan, ketika Eropa memasuki zaman kegelapan, peradaban Islam mengalami masa keemasan. Termasuk, dalam ilmu kedokteran. Ia mengungkapkan, banyak kemajuan yang mampu dicapai bangsa Arab pada masa tersebut.

Mereka, jelas Hitti, membangun apotek pertama, sekolah farmasi, dan buku daftar obat-obatan. Berdiri pula banyak balai pengobatan serta rumah sakit besar di sejumlah kota utama Islam. Misalnya, Damaskus, Kairo, hingga Baghdad, yang menandai kegemilangan kaum Muslim di ranah kedokteran.

Sir John Bagot Glupp, seorang sejarawan, mengatakan pada masa itu rumah sakit di dunia Islam berfungsi ganda. Rumah sakit tak hanya untuk merawat pasien, tetapi juga tempat para dokter mengasah dan mengembangkan keahliannya. Layaknya sekarang, rumah sakit Islam tak membedakan latar belakang pasien.

Baik pemeluk Islam, Kristen, maupun Yahudi, semuanya memperoleh pelayanan terbaik dan tanpa mengeluarkan dana sepeser pun. Tenaga dokter dan perawatnya berasal dari beragam etnis dan agama. Catatan sejarang menyingkap, rumah sakit pertama berada di Damaskus pada 707 Masehi.

Rumah sakit itu dibangun pada masa pemerintahan Khalifah al-Walid ibnu Abdul Malik. Bahkan, untuk pertama kali, rumah sakit ini mengenalkan sistem dokter spesialis. Pada 872 Masehi, rumah sakit umum dibangun di Kairo. Di kota yang sama, berdiri pula rumah sakit paling modern abad pertengahan, yaitu RS al-Mansuri.

Rumah sakit ini dibangun Sultan alMansur pada 1285. Menurut pakar sejarah, Will Durant, tersedia fasilitas lengkap di sana. Di samping terdapat ruang perawatan pasien, ada pula laboratorium, perpustakaan, dapur, kamar mandi, gudang obat-obatan, serta ruang studi.

Pada abad ke-11, di setiap kota Islam sudah berdiri beberapa rumah sakit. Kordoba di Spanyol, setidaknya memiliki 50 rumah sakit yang representatif pada masa Abu al-Qasim alZahrawi (Abulcasis). Di Tunisia, Pangeran Ziyadad I membangun RS al Qayrawan pada 830 Masehi. Fasilitas umum itu dibangun di Kota al-Dimnah.

Rumah sakit ini telah menerapkan pemisahan antara kamar rawat pasien dan ruang tunggu pengunjung. Lalu di Maroko, Khalifah al-Mansur Ya'qub ibnu Yusuf pada 1190 membangun RS Marakesh. Ini menjadi rumah sakit terbesar dan terindah pada masanya. Sebuah taman asri membuat suasana rumah sakit ini menjadi begitu nyaman.

Studi kedokteran turut berkembang. Sir John Bagot Glubb menjelaskan, sekolah kedokteran Islam pertama hadir di Kota Baghdad pada masa kekhalifahan Abdullah al Ma'mun (786-833).
"Ketika sistem sudah terbangun, para dokter dan ahli mendapat tugas memberikan kuliah bagi para siswa kedokteran," paparnya.
http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/10/07/28/127267-potret-kemajuan-dunia-kedokteran-dalam-sejarah-islam